
Nyari kerja itu susah Jendral…!!!!
Iyah, siapa juga yang bilang cari kerja itu gampang? Lulusan cumlaude dari itebe (ehm), ipk di atas tiga koma lima (ehm) ga jaminan hari ini lulus dan wisuda terus besoknya langsung dapat kerja aja gitu. Ditolak sana sini? Beuuuh, jangan ditanya lagi jumlahnya. Sakit hati Jendral
Eh kecuali ya, emang udah nyari kerja dan mulai interview, psikotest dsb dari sebelum lulus, ya itu sih lain lagi ceritanya. Seorang temen yang wisuda bareng di hari sabtu (dengan IPK paling gede, ehm, tiga koma sembilan empat aja gitu), seninnya langsung kerja di perusahaan K, perusahaan farmasi paling gede di Indonesia (katanya eh faktanya).
Kalo aku siiih, yang IPnya pas-pasan padahal bohong
yaaah cukup lah mengalami pahit manisnya jadi job seeker. Bukan apa-apa sih nulis ini di sini. Cuma pengen aja ngerangkum, perjalanan A to Z dari satu perusahaan ke perusahaan lain, gagal sana sini, biar yaaaa suatu hari kalo lagi jenuh sama kerjaan (semoga ga akan pernah kejadian) bisa dibaca lagi, dan bisa jadi renungan kalo duluuu, waktu dapet kerjaan yang sekarang itu penuh perjuangan #lebay
So, let the story begins
N . Sebuah perusahaan farmasi multinasional. Perusahaan pertama yang menelpon meminta datang untuk interview. Iiiih excited banget cyiiiin. Sampe lompat-lompat kegirangan #lebay. Posisi yang dilamar Medical Scientific Liaison. Doooh posisi macam apa pula ini
Masa ya pas ditanya sama HRD aja ga tau ini tugasnya ngapain.
Tips No 1: Setidak-tidaknya harus tau tugas dan tanggung jawab posisi yang dilamar
AF . Sebuah perusahaan farmasi multinasional. Menelpon waktu sedang menunggu interview di N di atas. Minta untuk interview in English via telepon. Hadoooh mampus nih, mana balelo gini englisnya
Berhubung lagi nungguin interview di N dan takut keburu dipanggil minta untuk diundur sehabis istirahat makan siang untuk menelpon kembali. And u know what? Itu perusahaan ga telpon lagi sampe detik ini
Tips No 2: Kalo melamar di perusahaan multinasional, ya kudu siap sama kemampuan B. Inggris yg mumpuni
VM . Sebuah perusahaan farmasi lokal. Di telepon untuk interview di hari yang sama dengan perusahaan N. Ok, bisa sekalian sehari 2 nih, untuk N pagi, dan V bisa siang jam 2 sesuai janji. Eh, helooooo, ini jekarda gitu booo. Mana mungkin kemana-mana bisa dalam sekejap kedipan mata. Mana entah dimana lagi ini alamat si V. Ga kenal daerahnya. Eh terus kok ya alamatnya ruko ya? Nampak tak bonafid, doooh #ngelunjak
Tips No. 3: Jika memungkinkan, jangan sampai ada 2 tes/interview di hari yang sama. Minta re-schedule aja.
DM. Siapa coba yang ga mau kerja di DM ini? Perusahaan farmasi no 2 di Indonesia. Ehm, walopun posisi yang dilamar bukan posisi impian. Scientist? Yuuuk, aku lagi enek, dan agak mual sama yang berbau-bau lab, setelah setaun ini bermesraan sama E. coli dan mencit-mencit di lab pas tesis. Kalo bisa yaaaa, belum mau kerja di laboratorium lagi. Teruuus, agak trauma juga sih, pengalaman pertama dulu pas masih kuliah apt pernah ditolak sama DM ini.
Tapiii ya rezeki kan udah ada yang ngatur, apa salahnya dicoba. Agak sempet ribet waktu psikotest. Datang telat (jangan ditiru!!!). Di usir bilang ga lolos psikotest, eh 5 menit kemudian di telpon suruh masuk lagi krn lolos. Waktu interview HRD juga lancar, tapi eh tapi, waktu interview malah jawab-jawab pertanyaan yang menjatuhkan pekerjaan yg dilamar. Harap jangan ditiru:
I (interviewer): pekerjaan apa yang paling diminati?
A (Aku): Pekerjaan yang penuh tantangan, ga monoton, ga diem di tempat.
I: Contohnya apa?
A: Bussines development/Product development. Menarik sekali, survey pasar, bergaul dengan konsumen, dll.
I: Wah sayang sekali sekarang lagi ga ada lowongan. Nah, kalo pekerjaan yang paling ga disukai?
A: QC (Jawaban ini kayanya nanti kualat loooh
)
I: Kenapa?
A: Karena kerjanya monoton, diem di tempat. Ga ada tantangan.
I: Kalo RnD suka?
A: (Hadoooh RnD sama QC kan sama2 di lab dodol deh tadi jawabnnya). Hmmm, suka, RnD walopun di lab tapi beda sama QC. Penuh tantangan karena kita mencari sesuatu yg baru. New development. Begitu. (Ah jawaban klise, ga bisa menutupi salah jawab tadi, sudahlah. Terserah padaMu ya Allah).
…..dan hasilnya ga dipanggil lagi buat interview user. Yaeyalah………..
Tips No 4. Fokus sama kerjaan yang dilamar. Lupakan Passion. Suruh siapa ngelamar posisi itu kalo ternyata bukan passion kamu. Ya ga?
P. Perusahaan yang bergerak di bidang klinis. Iiiih perusahaan klinis yang jadi impian. Karena ehm, pecinta pembaca setia blog ini kerja di sana dan denger-denger selentingan eh fakta, kerja di sini enak, plus benefitnya juga hihihi. Psikotest besoknya dari psikotest di DM. Eh YaAllah, ternyata menguras sekali otak, pikiran, energi dan fisik loooh itu psikotest 2 hari berturut-turut. Ga mau-mau lagi deh. Psikotestnya sih lumayan lancar, plus ada acara meet up my best friend cihuuuy.
Hasilnya: pas nelpon siiih katanya lolos psikotest, tapiiii, kok ya lama ya nda dipanggil2 lagi ya?
#belumrezeki #menghiburdiri
Tips No 5. Siapkan fisik selama jadi job seeker. Bisa saja kemungkinan seperti ini terjadi. Psikotest berturut-turut. Sungguh menyita fisik dan psikis kita.
Ehmmm….ko ya panjang juga ya ini cerita failed job seeker?
Sambung lagi ah ntar part 2 hehehe….Daripada bosen